Thoughts, Dreams, and Emotion...

ReviewReviewReviewReviewReviewTerang - Christmas AlbumDec 22, '06 10:13 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Christian & Gospel
Artist:Glenn Fredly
"Kubagi terang ini untuk Dewi istriku dan juga keluargaku dan untuk sahabat-sahabatku, juga untuk mereka yang mempunyai spirit pembaharuan untuk menjadi jawaban dan harapan bagi siapapin, kapanpun dan di manapun." Demikian yang ditulis oleh Glenn Fredly pada sampul album barunya, Terang - Christmas Album.

Glenn Fredly seakan tak pernah lelah berkarya. Darah dan napasnya selalu ia curahkan untuk cinta. Semenjak kemunculannya bersama Funk Section kemudian merilis debut albumnya Glenn (1998) hingga kegemilangan album Selamat Pagi, Dunia! (2003) yang menyabet Triple Platinum Award, Glenn seakan haus akan kreasi dan prestasi. Di tahun 2006 ini, Glenn Fredly telah merilis sebuah album bernuansakan Jazz, Aku & Wanita dan mendapat respon positif. Penghujung tahun 2006 dan juga bertepatan dengan momen Natal, Glenn ingin membagi kebahagiaan lewat sebuah album bernuansakan Natal dengan album bertajuk Terang.

Kali ini Glenn mengangkat karya-karya rohani yang abadi dari rentang waktu tahun 40-an hingga 90-an. Lagu-lagu ini Glenn bawakan dengan apik dan diberi sentuhan warna khas Glenn Fredly sehingga menjadikan suasana Natal akan semakin syahdu. Dengar saja sebuah lagu berjudul "Gita Surga Bergema" yang dibawakan dalam nuansa upbeat dan riuh akan tabuhan drum. Selain itu juga ada lagu seperti "Dari Pulau Dan Benua" dan "White Christmas" yang bakal membuat Natal makin syahdu.

Glenn tak hanya menawarkan lagu-lagu lama, disamping lagu tersebut juga telah dilahirkan kembali dalam nuansa baru, Glenn juga menuliskan satu buah lagu baru untuk album ini. Lagu berjudul "Terang" menjadi sebuah lagu yang mempunyai visi untuk membangun cinta kasih dan perdamaian di antara seluruh umat manusia di muka bumi ini. Cukup dalam pesan yang ingin Glenn sampaikan lewat lagu yang diaransemen oleh Irwan Simanjuntak.

Penggarapan album ini melibatkan sejumlah musisi-musisi handal. Disini ada Oni Krisnerwinto yang mengaransemen paduan sesi Horn di lagu "Hai Mari Berhimpun", ada pula Barry Likumahuwa yang sentuhan bassnya terasa kental, sedangkan beat perkusi di lagu Rejoz 'The Groove', Andre Dinuth, Nikky Manuputty, Sandy Winarta, Benny Likumahuwa dan sebagainya. Tak ketinggalan pula arranger Irwan Simanjuntak dan Barry Likumahuwa memberikan sentuhan manis di lagu-lagu dalam album Terang ini.

Kolaborasi Glenn tak hanya disitu, Glenn mengajak sahabat-sahabatnya untuk berduet juga. Penampilan Rio Febrian berduet dengan Glenn membawakan lagu "Malam Kudus" menambah khusyuk suasana Natal. Lagu "Go Tell It On The Mountain" dibawakan berduet dengan Edo Kondologit dengan irama Reggae. Glenn juga mengajak Dewi Sandra untuk mengisi vokal latar pada lagu "Have Yourself A Merry Little Christmas". Tak ketinggalan juga PASTO berduet dilagu "This Christmas" dan RED yang tampil dilagu "Hai Mari Berhimpun" membuat album ini terasa spesial.


ReviewReviewReviewReviewReviewWOW Christmas GreenDec 20, '06 11:18 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Christian & Gospel
Artist:Various Artists
Untuk yang suka lagu-lagu Natal tapi nggak mau dengar lagu-lagu yang super klasik, ini yang paling top deh! Lagu-lagu Natal di album ini dikemas se-kontemporer mungkin untuk menggugah selera *bah emangnya masakan* :D

Mengikuti suksesnya WOW Christmas di tahun 2002, WOW Christmas kembali muncul di tahun 2005 (ya ya saya tahu, ini sebenarnya tahun lalu :P) dengan sampul berwarna hijau. Makanya nama albumnya WOW Christmas Green, untuk membedakan dengan WOW Christmas yang terdahulu.

Nama-nama yang nggak asing di album ini, misalnya Amy Grant ("Christmas to Remember"), Jars of Clay (a reverent "Little Drummer Boy"), Michael W. Smith ("Welcome to Our World"), dan Clay Aiken ("Mary Did You Know?"). Album ini terdiri dari 30 lagu-lagu yang sungguh asik didengar. Dijamin dapat memberi semangat sepanjang hari. Oh iya, karena 30 lagu, tentunya isinya tidak cuma 1 CD, melainkan 2 CD. Yah oleh karena itu harganya juga jadi ga terlalu murah sih.

Lagu "O Come All Ye Faithful" dalam album ini tidak akan didengar dengan versi choir. Tobymac mengemasnya dalam bentuk yang lebih RnB, bikin semangat mendengarnya :) Coba juga dengarkan versi lain dari "O Holy Night" dari Barlowgirl, keren dan tentunya tidak mengubah makna :)

Intinya, sangat direkomendasikan :)

Ini list lagu-lagunya:
1. Avalon-Don't Save It All For Christmas Day
2. Bethany Dillon-God Rest Ye Merry Gentlemen
3. Chris Tomlin-Angels We Have Heard On High
4. David Crowder Band - Feliz Navidad
5. Jump 5-Sleigh Ride
6. Kutless-It Came Upon A Midnight Clear
7. Matthew West-Let Is Snow
8. Rebecca St. James-Hark The Herald Angels Sing
9. Relient K-Deck The Halls
10. Steven Curtis Chapman-O Little Town Of Bethlehem
11. CeCe Winans-We Wish You A Merry Christmas
12. Toby Mac-O Come All Ye Faithful
13. ZoeGirl -What Child Is This?
14. Casting Crowns-Away In A Manger
15. Clay Aiken-Mary, Did You Know?
16. FFH-Do You Hear What I Hear?
17. Jars Of Clay-Little Drummer Boy
18. Michael W. Smith-Welcome To Our World
19. Newsong-The Christmas Shoes
20. Third Day-O Come, O Come Emmanuel
21. Joy Williams-Have Yourself A Merry Little Christmas
22. Amy Grant-A Christmas To Remember
23. BarlowGirl-O Holy Night
24. Big Daddy Weave-Go Tell It On The Mountain
25. Building 429-We Three Kings
26. Jaci Velasquez-I'll Be Home For Christmas
27. Mark Schultz-The First Noel
28. Natalie Grant-Joy To The World
29. Point Of Grace-Jingle Bell Rock
30. Selah-Silent Night

Available at Pondok Pujian. Soalnya saya belinya di situ. Nanti diusahakan upload satu2 kalau nggak lupa :D


ReviewReviewReviewDia Sumber GembirakuDec 19, '06 7:54 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Christian & Gospel
Artist:Gregorius Djaduk Ferianto dan Trie Utami
Natal tahun ini akan lebih bermakna dengan alunan lagu mendayu yang menyemarakkan hari Kudus bersama seluruh keluarga.

Album kolaborasi cantik ini diisi oleh musik dari Gregorius Djaduk Ferianto, seniman yang lekat dengan kesenian Jawa bersama Trie Utami dalam album Natal yang didukung Yayasan Bagong Kussudiarja dan Centro Department Store.

Ini adalah album kompilasi yang meniadakan batas-batas keberagaman, namun lebih mengedepankan misi kemanusiaan. Hasil penjualan album, dalam bentuk CD dan kaset, sekitar 60% akan disumbangkan untuk korban bencana alam di Yogyakarta, 40% sisanya untuk menutup biaya produksi.

Selain Trie Utami (Malam Kudus, Alam raya Karya Bapa), album ini didukung juga oleh alunan vokal Jajoek Suratmo (Hark the Herald Angels Sing, Tuhan Sumber Gembiraku), tentu Djaduk juga menyumbangkan suaranya (Srengenge Nyunar, Tuhan Sumber Gembiraku), Romo Antonius Dodit Haryono (Jingle Bells, Gloria), Ratu Hening (Nderek Dewi Maria), Gusti Arirang (Syukur Kepadamu Tuhan), serta alunan instrumentalia saxophone Septa Suryoto (Jingle Bells) dan instrumentalia gitar elektrik Arie Senjayanto (Bapa Kami).


ReviewReviewReviewReviewReviewGege Mengejar CintaDec 17, '06 9:13 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Romance
Author:Adhitya Mulya
This book is amazing! That’s the first sentence about the book.

Do you believe in first love? Well if you do, this book might attracts you seriously. If not, oh well, just read it! *maksa banget yeee*…

Gege Mengejar Cinta (Gege Running for Love), written by Adhitya Mulya, writer of his first best-seller book, Jomblo. Gege is a simple-funny-no such a good looking-unnoticed man. His real name is Geladi Gernida. He crushed on Caca (a good looking-attractive-beautiful-charming lady), since when he was in junior high school. Beside his schoolmate until high school, Caca is also his neighbour. Although Caca is Gege’s neighbour, but Gege is always un-noticed by Caca. Even they talk sometimes, but in something not-so-important things. And Gege always keep his feeling to Caca until he grew up to be a creative producer in a radio station. After about 10 years of Gege’s life after high school, Gege saw Caca again.. in his office building, working in one of the bank in the building. His heart beating faster, and the story begins..

A very touching story from Adhitya Mulya. You should have it! There’s plenty in the bookstores now. Truly recommended!

So have you read the book?


ReviewReviewReviewReviewReviewBeauty CaseDec 15, '06 7:19 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Romance
Author:Icha Rahmanti
Sebenarnya nih review pernah saya tulis di blog, tapi ga pa pa.. diulang lagi di sini. Baru notis kalo lama ga ngisi di fasilitas review buku multiply ini :D

Pernahkah kamu merasa bahwa dunia sedang tidak adil padamu hanya karena kecantikan, penampilan, dan lainnya? Dinilai dengan hanya melihat postur tubuh, wajah, jenis rambut? Seseorang interior desainer yang super-kreatif bernama Nadja sering mengalami ini. Nadja Sinka Suwita, cewek mungil dengan rambut (yang diakuinya) ikal, mempunyai sifat utama pelupa (gw banget, amnesia akut hahaha!!). Sebagai teman, Nadja adalah pemegang friendship yang oke, walaupun kadang pernah lepas kendali karena deep-depression akibat beauty rules. Sebagai mitra kerja, Nadja adalah seorang desainer yang oke banget, kreatif banget dan penuh ide-ide (walau kadang2 perlu dipicu oleh sesuatu yang bisa membangkitkan emosi hahaha).

Tapi Nadja selalu mempunyai sindrom “i-have-nothing-to-wear” dan panik pada saat itu, terutama setelah ia bertemu dengan seorang perempuan maha cantik, maha indah,seorang model sekaligus Duta Gals Indonesia (majalah favorit Nadja), Dania Soedjono, untuk mendapatkan cinta the most eligible man, drop deep gorgeous-man, Budiarsyah Nasution :D Mengapa? Di pikirannya selalu terpatok bahwa beauty does rules. Seseorang dinilai dari penampilan, etc etc..
Such a boring thought, isn’t it? f(-_-);

Anyway, this book so incridible for me, dengan gaya penulisan mbak Icha banget deh :) Te-O-Pe!!!
Banyak kata-kata bijaknya pula:
“…Tapi, sometimes, untuk menerima suatu kebenaran, kamu perlu sangat terluka dulu sebelumnya.” (BEAUTY CASE, hal 120)
“…kita nggak pernah bisa 100% mengontrol apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Things happens. S**t happens. That’s the way life is, right? So, all we can do is … do our best.” (BEAUTY CASE, hal 277)
Hmmm sumpah saya jadi super-romantic-mood-sensitive-feeling reading this chicklit. Pake nangis pula :D


ReviewReviewReviewReviewReviewBerbagi SuamiAug 15, '06 12:12 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Dari judulnya saja sudah memberi tanda tanya besar. Berbagi suami? Siapa yang mau berbagi suami? Sangat menarik dan mempunyai 2 makna yang tersirat dalam judul film Indonesia trimester pertama tahun 2006 ini.

Pertama, terkesan seperti sebuah sindiran yang menusuk untuk para perempuan yang pro poligami. Berbagi suami seperti menyamakan barang yang bisa dipakai secara bergilir, atau malah mungkin seperti menyamakan dengan piala bergilir. Tentu saja dalam hal ini, si suami yang jadi pialanya.

Kedua, ada makna seperti himbauan kemanusiaan yang sangat bijaksana untuk kaum perempuan. Dan makna yang satu ini pasti sangat digarisbawahi oleh lelaki. Kalau perlu menaruh unsur-unsur agama untuk berdalih, dan lahirlah semilyar pendapat demi pembenaran. Tapi herannya, mengapa cuma perempuan yang disuruh untuk "berbagi"? Kok tidak ada himbauan kepada para suami untuk "berbagi istri"?

Film karya anak bangsa yang disutradarai Nia Dinata ini, menggaet artis-artis kawakan pentolan FFI pada masanya, misalnya Jajang C. Noer, El Manik, Tio Pakusadewo, Nungki Kusumastuti, Ria Irawan, Ira Maya Sopha. Serta mengajak artis-artis baru seperti Shanty, Dominique Agisca Diyose, Lukman Sardi, Winky Wirawan, Rieke Dyah Pitaloka, Reuben Elishama dan Atiqah. Film ini diproduksi Kalyana Shira Film yang berkolaborasi dengan rumah produksi asal Perancis, WallWorks.

Bercerita tentang tiga perempuan, yaitu Salma (Jajang C. Noer), Sity (Shanty), dan Ming (Dominique) yang berasal dari kelas sosial, ekonomi, dan suku yang berbeda, namun sama-sama mempunyai suami yang melakukan poligami.

Salma, seorang dokter ahli kandungan. Di tengah kehidupannya yang berkecukupan, ia harus berjuang dan dan belajar untuk bisa tulus membuka pintu hati dan pintu rumah untuk istri-istri muda suaminya, demi mempertahankan keutuhan rumah tangga karena Pak Haji (El Manik), suaminya, memiliki kecenderungan untuk poligami.

Siti, seorang gadis Jawa yang polos. Bertemu dengan Pak Lik (Lukman Sardi) karena iming-iming akan diberi biaya kursus untuk cita-citanya. Siti kemudian terpaksa melupakan cita-citanya karena Pak Lik dan kedua istrinya, Sri (Ria Irawan) dan Dwi (Rieke Dyah Pitaloka) memaksanya untuk menjadi istri ketiga bagi Pak Lik yang ternyata seorang supir di sebuah rumah produksi dengan hidup serba pas-pasan. Dan Siti mengenal cinta yang lain, yang berbeda dari biasanya.

Ming, seorang perempuan keturunan Tionghoa, mencari kenyamanan pada Koh Abun (Tio Pakusadewo), yang pantas menjadi bapaknya. Koh Abun ini sudah punya istri, Cik Linda (Ira Maya Sopha). Tetapi masih juga meminang Ming untuk menjadi istri keduanya, dengan alasan, Koh Abun tidak bisa meninggalkan Cik Linda, dengan alasan bahwa istri pertamanya itu merupakan hoki untuk bisnisnya.

Walau ketiga tokoh ini memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi masing-masing punya tujuan hidup yang sama, yaitu mencari kebahagiaan hidup di kota besar seperti Jakarta. Dan proses pencarian ini harus dilewati dengan menjalani kehidupan poligami yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Kemudian cara yang ditempuh oleh ketiga tokoh ini untuk tetap teguh meraih kebahagiaan yang dicarinya sangat berbeda satu sama lain. Namun justru pada perbedaan cara untuk menuju puncak inilah, memperlihatkan bahwa sesungguhnya seorang perempuan dapat melihat lebih jauh ke dalam diri masing-masing dan menyadari bahwa mereka dapat memilih di antara sekian banyak pilihan yang ada. Dan pesan inilah yang ingin disampaikan oleh Nia Dinata melalui Berbagi Suami.

Yang menarik dari film ini, Nia Dinata membuatnya lain daripada yang lain. Ketiga tokoh (Salma, Siti dan Ming) dan cerita yang ada di antara mereka sangat berbeda, tetapi mereka mempunyai hubungan satu sama lain yang tidak disangka. Akhir dan pertengahan cerita, merupakan bagian dari cerita lainnya yang saling berhubungan. Untuk itu, penonton harus jeli melihat adegan-adegan yang berlangsung. Baik pada pemeran utamanya, maupun suasana di sekitarnya. Ruang kehidupan mereka begitu berbeda, tetapi terkadang bertemu di sela hiruk pikuknya Jakarta tanpa menyadari bahwa masalah mereka hampir sama.

Salut buat Nia Dinata! Ketika semua orang menawarkan film bertema horor atau percintaan, Nia Dinata malah ngobrolin fenomena yang aktual di masyarakat, dan cukup kontroversial. Tetapi tetap dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, baik remaja maupun dewasa. Dan, film ini ditekankan lebih mengarah tentang problem keluarga, yaitu poligami dengan segala permasalahan dan efeknya, yang dapat saja terjadi di berbagai lapisan masyarakat.


ReviewReviewReviewReviewFashionistaAug 14, '04 9:33 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Lynn Messina
I've read this book since last week. It was a great book, humorous and a bit of romance. For five years Vig Morgan has worked on Fashionistas, a magazine devoted to telling readers nothing about celebrity fashion. Vig survived a maniac boss and is now an associate editor in a pool of killer sharks also known as peers.
Vig Morgan finally worked her way out of her position as assistant to the chief editor, Jane McNeill, only to find herself one of many associate editors with no power and no hope of a promotion. Vig isn't like the other editors anyway. For one thing, she really could care less about who wore what where and what the latest trend is. She knows that the readers of Fashionista, the magazine where she works, are ready for something with a little more edge, a little more meat, but Jane is just not interested in new and fresh ideas. Vig was hopelessly stuck in what she thought would be her dream job with no real future until Marguerite, a new editor arrived. Turns out Jane and Marguerite are bitter enemies from back in the day when they were both underlings at their first major magazine job. Vig quickly takes a shine to Marguerite and her more progressive thinking and cannot stop herself from wondering what working at Fashionista would be like if Marguerite was the chief editor instead of Jane. Then the plot thickens...
A new Editor in Chief Marguerite with a zillion other names lifted from her ex spouses Holland takes charge. Ruthless Jane McNeil is irate because she felt the job should have been hers. Other associates want Vig to be the point of the revolution because publisher Alex Keller owes her for what she did for his sister. Business life could not prove more meaningful for Vig as her work proves Seinfeld had purpose.
Vig's neighbor in the next cubicle over has developed a plan to depose Jane, which would ensure Marguerite's chief editor status. All they need to do is persuade Alex Keller, the mysterious events editor, to run a huge spread on Gavin Marshall, the new artist who dresses statues of Jesus in Christian Dior. There will be a public outcry over Fashionista's bad taste in running the story and Jane McNeill will be fired. And Vig is the lynchpin. The other girls need her to make sure this plan goes through. And crazily enough, Vig finds herself drawn into the game...
Fashionista is an amusing insider's skewing of the publishing industry. The story line is humorous and at times very satirical especially when the heroine provides vigor to the tale. Vig is a delightful character while the support cast will leave the audience shaking their heads. Lynn Messina delightful moves Office Space from a financial realm to the publishing world with the same jabbing shots that will mean the author needs to succeed as a novelist because retreat rights across the bridge seem nuked.
If the score between 1-10, I give this book's score: 8! :)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help